Skip to main content

Presentase Soal HOTS Ditargetkan Lebih Banyak di UN 2019 Mendatang

Soal jenis Higher Order Thinking Skills atau yang biasa dikenal dengan sebutan HOTS sudah mulai diterapkan pada Soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 ini. Soal HOTS mulai disisipkan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.


Merujuk pada jurnal "Higher Order Thinking Skills" karya FJ King, HOTS merupakan perpaduan dari kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan berargumen, dan kemampuan mengambil keputusan.

Adanya rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menambah presentase soal HOTS pada UN 2019 mendatang membuat para peserta didik resah. Pasalnya walau jumlah soal HOTS tahun 2018 ini terbilang masih sedikit dengan presentase sebesar 15 persen, siswa sudah merasa kesulitan menghadapi soal-soal tersebut dan membuat heboh media sosial.

"Pak mau duduk aja kok suruh ngitung peluang, duduk tinggal duduk aja kok bingung to pak pak," ujar adeffmandagl14 di kolom komentar salah satu postingan media sosial kemendikbud.

Sementara menghadapi keluh kesah para peserta UNBK, dikutip dari detikcom, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan,

"Kalau kita ingin bangsa Indonesia masa depan adalah bangsa besar dan maju, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Jokowi di setiap kesempatan, ya generasi milenialnya harus punya karakter kuat, mampu memasuki arena persaingan tingkat tinggi, serta tidak lembek dan cengeng."

Muhadjir menilai soal HOTS akan membuat peserta didik berpikir kreatif, out of the box, dan bisa berkreasi lebih baik di masa yang akan datang.

Hal senada dikatakan Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno. 

"Sejak awal namanya pendidikan harus mengembangkan daya nalar dan anak-anak kita tidak bisa dididik seperti di tryout kasih rumus dan menerapkan saja bisa. Tapi ketika harus menginterpretasikan kalimat panjang, paragraf panjang, nggak paham. Memahami kalimat, sulit. Memaknai kalimat, sulit. Menggunakan informasi, sulit. Loh, apa hidup ke depan seperti itu? Hidup kan nggak menggunakan rumus tiap hari, tapi menggunakan informasi, mencernanya, menggunakannya untuk memecahkan persoalan bermodalkan konsep-konsep ilmu yang dimiliki HOTS," jelas Totok.

Comments

Popular posts from this blog

Casio FX – 991EX, Kalkulator dengan Tampilan Spreadsheet dan Online Visualization Pertama di Dunia!

Sebagai salah satu perusahaan besar di bidang teknologi, CASIO sudah mempunyai peranan penting khususnya di bidang pengembangan kalkulator. Dikenal sebagai produsen kalkulator listrik pertama di dunia dengan CASIO 14 – A, inovasi yang dihadirkan selalu menjadi terobosan baru yang menarik perhatian para penggunanya. Mencetuskan kalkulator mini pertama di dunia, kalkulator grafikal pertama di dunia, dan masih banyak lagi. Inovasi terbaru yang tidak kalah menarik adalah hadirnya kalkulator CASIO fx –    991EX (ClassWiz). Keunggulan Kalkulator CASIO fx –    991EX (1) Diluncurkan pada tahun 2014 silam, kalkulator CASIO fx –    991EX     menjadi unik sebab menjadi kalkulator pertama di dunia yang memiliki tampilan “ spreadsheet”.  Tampilan ini mampu menyajikan data dan angka yang akan diolah pada kalkulator dalam bentuk tabel dengan 5 kolom dan 45 baris  (gambar i) . Kemudahan proses pengolahan data pun menjadi keunggulan...

Cerita Sahabat Casio, Fauzan Hamdani

Nama saya Fauzan Hamdani, dari SMK Negeri 6 Pekanbaru. Alhamdulillah saya telah menjadi salah satu perwakilan dari Pekanbaru, Riau, yang menjadi peserta program magang di Pabrik Casio Thailand selama 3 bulan (Oktober - Desember 2018).  Saya ingin berterima kasih kepada Kemendikbud RI dan Casio, juga kepada semua orang yang selalu mendoakan dan mendukung saya dengan susah payahnya. Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah mengajari, membina, menasehati saya hingga bisa hadir untuk mengikuti kegiatan Internship Casio Thailand ini.  Perjalananku Dimulai Pada tanggal 4 Oktober 2018, tepatnya pada pukul 04.30 pagi saya dan 19 Sahabat Casio lainnya sudah harus berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. Sebelum keberangkatan, kami diberi pengarahan akan tata cara menghadapi budaya yang berbeda di Thailand. Pengarahan diberikan oleh Staff Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Bapak Machendra Setya Atmaja.  Staff Khusu...

5 Alasan Belajar di Waktu Subuh Lebih Efektif

Bagi yang belum pernah mencoba belajar di subuh hari, pasti berat sekali rasanya membayangkan harus bangun subuh hari untuk belajar. Padahal belajar di waktu subuh lebih efektif dibandingkan dengan malam hari, pasalnya sewaktu kita tidur, tubuh akan menghasilkan noradrenaline yang berguna sebagai pembangkit konsentrasi. Bukan hanya itu. sedikitnya ada 5 alasan mengapa belajar di waktu subuh lebih efektif. Yuk kita simak satu per satu! Belajar Efektif di Subuh Hari (Sumber: Quora) Rasa Kantuk Telah Hilang Belajar pada malah hari sebelum tidur cenderung akan membuat kita merasakan kantuk yang luar biasa. Sebaliknya, bila belajar pada subuh hari rasa kantuk telah hilang karena kita sudah tidur semalaman. Tubuh Lebih Segar Setelah tubuh istirahat di malam hari, bangunnya pada subuh hari tubuh akan terasa lebih segar. Rasa pegal dan letih pun hilang, kita pun lebih semangat mengejar materi.  Fokus dan Konsentrasi Penuh Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pada...