Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram

Tahun Baru Islam merupakan hari bersejarah bagi umat islam di seluruh dunia dan digunakan untuk memperingati peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah pada 622 Masehi. Sebelum peristiwa tersebut, orang-orang Arab tidak menggunakan tahun untuk menandai suatu peristiwa.  Lalu Ali Bin Abi Thalib mengusulkan dibuatnya kalender Hijriah yang menandai setiap peristiwa penting bagi umat Islam, berawal dari peristiwa hijrah nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.  Arti Nama Bulan Kalender Hijriah Muharram : yang diharamkan atau pantangan Artinya di bulan Muharram, dilarang untuk berperang. Shafar : Kosong Pada bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang. Rabi'ul Awal Bulan ini adalah masa kembalinya para lelaki Arab yang merantau di bulan Shafar. Rabi'ul Akhir Akhir masa menetapnya kaum lelaki. Jumadil Awal : Awal kekeringan Pada bulan ini mulai terjadinya musim kering. Jumadil Akhir : Akhir kekeringan Musim kering bera...

Matematika di Balik Cita Rasa Kopi

Sejumlah orang menggilai kenikmatan aroma dan racikan rasa yang unik dari secangkir kopi, dan siapa sangka bahwa dibalik aroma dan rasa yang nikmat ternyata ada rumus matematikanya.  Para ahli matematika dari University of Limerick dan University of Porstmouth menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi rasa hasil seduhan kopi. Faktor tersebut mencakup ekstrak bubuk biji kopi, air panas, dan kertas filter yang digunakan.  Mereka menemukan bahwa, dengan asumsi suhu yang konstan, ukuran butir dan laju aliran air adalah pengaruh terbesar dalam menghasilkan biji kopi yang enak. Contohnya, ketika air mengalir lebih cepat melalui butiran biji kopi yang besar, hasilnya akan lebih berair dan cenderung cair. Hal ini disebabkan oleh air hanya sebentar melakukan kontak dengan biji kopi sehingga ekstraksinya rendah. Dr. William Lee, selaku wakil penulis dan kepala kelompok matematika industri di University of Porthsmouth mengatakan, "Penelitian ini tidak hanya menjelaskan...

Cegah dan Atasi Pikun dengan Belajar Matematika

Bukan hanya pandai menghitung, tetapi belajar matematika juga bisa mencegah dan mengatasi pikun.  Otak manusia terdiri dari empat bagian, atau dalam bahasa kedokteran dikenal sebagai lobus. Keempat lobus ini adalah lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, dan lobus temporal.  Otak manusia terdiri dari empat bagian, atau dalam bahasa kedokteran dikenal sebagai lobus. Setiap lobus memiliki fungsi yang berbeda. Saat kita belajar matematika, lobus frontal dan parietal akan lebih aktif. Lobus frontal terletak di daerah dahi dan berfungsi untuk memproses informasi baru, berpikir logis, mengatur gerak tubuh, dan berbahasa. Sementara lobus parietal berfungsi untuk mengatur indra peraba, mendeteksi lokasi dan arah, serta berhitung.  Bagaimana belajar matematika dapat mencegah pikun? Saat mengerjakan soal matematika, akan ada tiga proses pada bagian otak untuk mengolahnya. Proses pertama adalah membaca soal dan angka-angka. Diikuti dengan mengoperasikan an...

Mengenal 7 Tokoh Matematika Sepanjang Masa

Matematika merupakan pelajaran yang paling dihindari oleh sebagian orang. Namun bagi sebagian orang, matematika adalah hidupnya, termasuk 7 orang yang akan kita bahas berikut ini.  1. Leonhard Euler Leonhard Euler Leonhard Euler sering disebut sebagai Raja Matematika atau matematikawan terbesar sepanjang masa. Beliau adalah seorang tuna netra yang jenius di dunia matematika pada zamannya. Euler dianggap setara dengan Albert Einstein dalam hal tingkat kecerdasan karena ia memperkenalkan sebagian dari terminologi matematika kontemporer dan notasi. Bidang mekanika, dinamika fluida, optik, dan astronomi merupakan karyanya yang menjadi unggulan pada abad ke 18. 2. Pythagoras Pythagoras Terkenal karena rumus Pythagorasnya, beliau ahli dalam bidang trigonometri dan disebut sebagai Bapak Matematika Modern. Teorinya masih dasar sekali dari beberapa perhitungan matematis. Pythagoras merupakan bagian dari matematikawan yang paling terkenal di dunia. Karya-karyanya sangat ...

Materi Barisan Geometri yang Harus Kamu Kuasai

Barisan geometri merupakan barisan yang suku-sukunya diperoleh dengan mengalikan satu bilangan tetap ke suku sebelumnya. Bilangan tetap itu sering disebut sebagai pembanding atau rasio yang dilambangkan den gan r.  Barisan U1 , U2 , U3 , U4 , ….. , Un disebut sebagai barisan geometri jika memenuhi Rasio. Contoh barisan geometri  7, 21, 63, 189, …. 3, 6, 12 , 24, 48 , . . . . Rumus Suku ke-n  Jika suku pertama ( U1 ) dari suatu barisan geometri disimbolkan dengan a , maka rumus suku ke-n barisan geometri dapat ditentukan sebagai berikut: Contoh Soal : 1. Tentukan suku ke tujuh dari barisan geometri 3, 6, 12, ….. 2. Tentukan Rumus Suku ke-n dari barisan 48 , 24 , 12 , …… 3. Dari barisan geometri diketahui bahwa U3 = 4 dan U9 = 256, maka tentukan U12! Jawab : 1. Dari Barisan 3, 6, 12, … didapat a = 3 dan r = 6/3 = 2 sehingga: Un = a.r n-1 U7 = 3.2 U7 = 3.2 6 U7 = 3.64 U7 = 192 2. Dari barisan 48, 24, 12, …. didapat a = 48 dan r = 24/48 = 1/2 se...

Lebih Mudah Mengerjakan Soal Matematika dengan Duduk Tegak

Wah, ternyata postur tubuh saat duduk bisa mempengaruhi kemampuan kita dalam mengerjakan soal matematika. San Fransisco State University baru-baru ini mengadakan penelitian terkait hal tersebut.  Mudah mengerjakan soal ujian matematika 125 orang mahasiswa direkrut untuk diuji dengan tes matematika sederhana. Sebagian dari mereka mengerjakan tes dengan duduk merosot di kursi, sementara sebagian lagi duduk dengan postur tubuh tegak dan bahu rileks. Menurut 56 persen siswa, soal matematika terasa lebih mudah dikerjakan dalam posisi tubuh duduk tegak. Sebelum tes dimulai, para mahasiswa diminta untuk mengisi kuesioner tentang tingkat kecemasan yang dirasakan saat akan mengerjakan soal. Dari kuesioner tersebut terungkap bahwa siswa yang tidak memiliki kecemasan ternyata tidak mendapatkan manfaat signifikan dari posisi duduk tegak. Namun, mereka mengatakan bahwa mengerjakan soal sambil duduk merosot justru membuat soal tersebut jauh lebih sulit dikerjakan. Profesor Pen...