Sebelum membahas tentang penugasan, saya akan mengenalkan diri saya. Namaku Naufal Hanif Ramadhan, teman-teman memanggilku Naufal. Umurku 16 tahun, mungkin paling muda di antara teman-teman seangkatanku. Aku masih belajar di SMK Negeri 5 Surabaya kelas 3. Aku adalah seorang Paskriba, Pramuka, pemuda yang berorganisasi. Aku juga mengikuti komunitas-komunitas di Surabaya, dan aku adalah seorang yang menjabat ketua OSIS di sekolahku.
Aku manusia yang beruntung, mungkin mengaku demikian?
Karena aku adalah delegasi dari kotaku. Provinsi, bahkan dari negara untuk mengasah skill di negara orang. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa melangkah sejauh ini. Semua ini berkat semua pihak yang mendukungku, terutama untuk orang tuaku dan Allah SWT.
Program Internship Casio Thailand
Program ini dilaksanakan dengan berbagai tahap demi kelancaran acara. Pastinya pihak penyelenggara program mem-fasilitasi secara maksimal.
Dua minggu yang lalu tepatnya tanggal 26 September 2018, kami (aku dan 19 orang teman lainnya) para peserta telah dikumpulkan untuk mengikuti berbagai macam kegiatan, terutama di Pembekalan Peserta yang dilaksanakan di SMKN 27 Jakarta dalam waktu 9 hari.
Pembekalan
Waktu itu aku dan teman satu sekolahku yang juga peserta internship melakukan penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sesampainya, kami disambut oleh fasilitator dari IPM di Jakarta untuk melakukan perjalanan menuju Kemendikbud RI. Disana kami akan melakukan kegiatan penyambutan dan perkenalan.
Setelah kegiatan di atas selesai, kami menuju SMKN 27 Jakarta (hotel) untuk beristirahat, esoknya kami akan mengikuti pelepasan secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy. Suatu hari yang sangat padat.
Keesokan harinya kami bersama fasilitator melaksanakan pembekalan yang dilaksanakan di meeting room SMKN 27 Jakarta. Dalam serangkaian acara kami memperoleh materi tentang banyak hal, contohnya seperti motivasi, budaya dan bahasa Thailand, dan bahasa inggris yang sangat penting bagi speech kami yang belum maksimal ini.
Kami juga diajarkan cultural shocks dan daily conversation sebagai penunjang pengetahuan kami. Tidak hanya itu saja, kami juga mengikuti TOEIC test secara gratis. Seperti yang kita tahu, untuk melaksanakan TOEIC test membutuhkan biaya yang cukup besar.
Tidak hanya materi, kami juga mengikuti latihan fisik setiap harinya, yang berupa olahraga untuk menjaga kebugaran fisik kita. Di setiap malam, kami melaksanakan kegiatan team building yang sangat dibutuhkan oleh suatu kelompok.
Kegiatan ini meliputi team work, togetherness, coorperation, berpikir kritis, memahami satu dengan yang lain, dan semacamnya. Dari situlah kami merasakan betapa hebatnya bantuan dari teman kita.



Comments
Post a Comment