Jakarta - Matematika masih menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa matematika sulit dipahami, sementara sebagian lain beranggapan bahwa ilmu matematika tidak terpakai di dunia kerja nantinya.
"Padahal, matematika itu asik dan tidak sulit. Saya ingin mengajak anak-anak untuk mempunyai anggapan yang sama karena terlebih lagi, semua ilmu pengetahuan pasti ada matematikanya," ujar Wakil Kurikulum SMKN 52 Jakarta, Etty Soelistyowati Wulandari, saat ditemui di SMKN 37 Jakarta dalam kegiatan meeting persiapan acara MGMP, Selasa (31/7/2018).
Selain itu menurutnya, di luar anggapan anak bahwa matematika sulit dan tidak terpakai, peran guru sangat penting dan erat kaitannya dengan anggapan tentang matematika itu sendiri. "Waktu SMA saya mendapatkan seorang guru matematika yang saya senang sekali. Tidak membosankan, suaranya lantang, dan jam pelajarannya selalu dinanti-nantikan," tutur Etty yang kemudian mengaku termotivasi untuk mengambil jurusan matematika dan menjadi guru matematika seperti gurunya tersebut.
"Sekarang pun di SMKN 52 tempat saya mengajar, saat jam pelajaran saya, tidak ada anak yang ijin atau mengantuk sekalipun pada jam terakhir," lanjut Etty. Semangat mengajar itu lah yang ingin ia bawa dan sebarkan kepada guru-guru lain, sehingga matematika menjadi pelajaran yang dinantikan oleh siswa.
Etty mempunyai harapan besar agar siswa, khususnya di SMK, dapat mengetahui bagaimana penerapan matematika di tiap-tiap jurusan yang diambil. Seperti, contohnya, dalam hal mengukur kayu atau membangun rumah. Untuk mencapai harapan tersebut, selain dibenahi dari cara mengajar gurunya, juga dari metode pembelajarannya.
"Setelah saya mengikuti pelatihan dan melihat metode pembelajaran dari Casio ini, dikaitkan dengan kurikulum 2013 yang saya tahu, ternyata materi pembelajarannya bagus," jelas Etty.
Casio Education mengusung metode pembelajaran yang menyenangkan berbasis kalkulator. Selain menyenangkan, metode ini terbukti membantu anak berpikir kritis, logis, dan sistematis. Seperti yang ditekankan oleh Etty, metode dari Casio ini membuat anak mengerti pola dari pembelajaran yang dilakukan, sehingga anak mudah mengingat dan tidak tertinggal. Nantinya diharapkan dengan metode berbasis kalkulator ini, matematika bukan lagi menjadi momok yang menakutkan.


Comments
Post a Comment